Surat Al Ikhlas بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ قُلْ هُوَ اللّٰهُ اَحَدٌۚ Qul huwallāhu aḥad (un). Katakanlah (Nabi Muhammad), "Dialah Allah Yang Maha Esa. اَللّٰهُ الصَّمَدُۚ Allāhuṣ-ṣamad (u). Allah tempat meminta segala sesuatu. لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُوْلَدْۙ Lam yalid wa lam yūlad. Dia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan Surat Al-Ikhlas memiliki keutamaan agung karena di dalamnya menegaskan keesaan Allah Ta'ala dan menolak segala bentuk penyekutuan terhadap-Nya. Dia tiada beranak dan tiada pula-diperanakkan, dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia. (QS. Al Ikhlas: 1-4) Kandungan Surat Al Ikhlas ayat 1-4 ini berisikan tentang keesaan Allah SWT. Hanya kepada Allah lah tempat bergantung dan meminta ampunan. Al-Ikhlas berarti memurnikan keesaan Allah subhanahu wa ta'ala. Surat nomor 112 ini termasuk dalam juz 30 atau yang terakhir. Sangat sering kita mendengar bacaan dari Surat Al-Ikhlas. Baik ketika dalam shalat berjamaah atau pun dalam kesempatan lainnya. eP11.